gF6u0Vqh6RFrxd4GViiplRIajFJiSmm4Y0jpjNDw
Bookmark

Petani harus tahu! pH untuk tanaman

Kegunaan pH untuk Petani

Mengetahui pH tanah dan air sangat penting bagi petani karena memengaruhi kesuburan tanah, ketersediaan nutrisi, dan kesehatan tanaman. Berikut beberapa manfaat memahami pH bagi petani:


1. Menentukan Kesesuaian Tanah untuk Tanaman

Setiap tanaman memiliki pH optimal untuk tumbuh dengan baik.

Contoh:

- pH 5-6 cocok untuk padi dan jagung.

- pH 6-7 ideal untuk sayuran seperti tomat dan cabai.


2. Meningkatkan Penyerapan Nutrisi

- pH tanah mempengaruhi ketersediaan unsur hara seperti nitrogen, fosfor, dan kalium.

- Jika tanah terlalu asam (<5), unsur hara bisa mengikat tanah dan tidak terserap oleh tanaman.


3. Mencegah Keracunan Tanaman

- Tanah terlalu asam dapat meningkatkan unsur beracun seperti aluminium dan mangan.

- Tanah terlalu basa bisa menyebabkan kekurangan zat besi dan fosfor.


4. Mengoptimalkan Penggunaan Pupuk

- Pemupukan akan lebih efektif jika pH tanah sesuai.

- Pada tanah asam, pupuk fosfat kurang tersedia, sehingga perlu pengapuran untuk menaikkan pH.


5. Meningkatkan Produktivitas Lahan

- Dengan menyesuaikan pH tanah, tanaman tumbuh lebih sehat dan hasil panen meningkat.

- Petani bisa menggunakan kapur dolomit untuk meningkatkan pH atau belerang untuk menurunkan pH.


Dengan memahami pH tanah dan air, petani dapat mengelola lahan dengan lebih baik, menghemat biaya pupuk, serta meningkatkan hasil pertanian secara optimal.


Post a Comment

Post a Comment